We all should be feminist. REALLY???

by - Saturday, March 31, 2018

Sebenernya istilah feminis udah berseliweran dr bbrp tahun lalu ya.. i didnt really care karenaa kayak ga ganggu hidup gw aja gt 🤣 (astagfirullahalaziim may Allah forgive me for being this ignorant)

Terus ya akhir akhir ini yaa sekitar 6 bulan ini lah , kok gerakan feminis ini makin digencer2in yaa. Berawal dr kaos nya dior (we all should be feminist), buku buku yang di campaign emma watson (ada yg judulnya vag*** dan kalau kamu perhatiin semua buku yg dia campaign ituu feminisme) , terus pagi ini kaget tersedak lihat postingan terbaru rup* kau*. Terus inget ada seorang actress hanna* alras*** yang sebenernya menurut gw hebat, tapii feminis banget bok.


Melewati semua fenomena itu gw jadi ngerasa i have to speak up. Gini deh, kadang ya kita kalo mau ngomong yang bener kayak takut salah padahal bertebaran diluar sana yang ngomong ngaco dan pede bgd  😅


Sebenernya apa sih feminis itu? Bagus apa jelek? Itu PR masing masing buat research yaa..


Perempuan dengan latar belakang tertentu yang dipengaruhi beberapa faktor ( latar belakang keluarga, pihak yang dominasi mempengaruhi ketika tumbuh dewasa, dll) yang mempengaruhi dia untuk mempunyai karakter yang kuat didukung dengan latar pendidikan yang kuat cenderung menjadi perempuan yang powerful.


Perempuan powerful itu sangat bagus, sampai dipengaruhi oleh pihak ketiga yang meng campaign ttg feminisme.


Apa yang terjadi pada perempuan hebat ini? Yang tadinya dia bisa menjadi ibu yang hebat yang memfokuskan kekuatannya untuk keluarganya, menjadi perempuan yang mencari daya saing diluar sana demi sebuah pengakuan.


Feminism tidak terkait sama sekali dengan ibu bekerja. Banyak sekali ibu bekerja yang fokusnya tetap pada keluarga. Feminism mengajarkan untuk just be single and focus on your self and all your achievement.


Selain menjunjung tinggi kesetaraan gender , yang tahun ini mereka usung adalah we dont need men (even for s** thing omg)


"ibu adalah madrasah pertama, ibu adalah sumber peradaban, hancurnya seorang ibu , hancurlah satu generasi"


Jangan lupa, kalau WE CAN BE EMPOWERED without being feminist

WE CAN BE SUCCESS without being feminist

💕

You May Also Like

0 comments